Film adalah salah satu inspirasi dalam hidup (2)
Juni 10, 2010
rerecheezade
Kedua, BERBAGI SUAMI …
Film Berbagi Suami karya sutradara Nia Dinata, merupakan film yang sangat menarik untuk ditonton (bahkan diteliti hehe). Film “Berbagi Suami” bercerita tentang drama kehidupan poligami yang dialami oleh tiga tokoh yang berbeda (ketiga tokoh ini tak saling berhubungan).
Fenomena kehidupan poligami memang selalu memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, dan realitas tersebut telah mampu diproyeksikan ke layar dengan kemasan yang sangat apik oleh pembuat filmnya.
Cerita pertama; Salma, seorang perempuan terpandang yang tegar dan mandiri, harus menerima kenyataan bahwa suaminya yang seorang public figure, memiliki istri lagi (dan lebih dari dua). Salma (terpaksa) menerima kenyataan bahwa suaminya telah melakukan poligami, karena Salma berusaha menjaga keutuhan rumah tangganya dan nama baik keluarga, serta salah satu hal yang berharga buat dia adalah keberadaan putranya, Nadim yang selalu memikirkan kebahagiaan sang ibu.
Cerita kedua; Siti, gadis desa yang lugu dan terpaksa harus mau menjadi istri ketiga dari Pak Lik, karena merasa hutang budi padanya dan kedua istrinya, yang telah mau menampungnya selama di Jakarta. Ekonomi menjadi alasan utama yang muncul dalam poligami di cerita kedua ini.
Sedangkan tokoh ketiga, Ming memilili ambisi yang besar untuk kenyamanan hidupnya. Dia rela melepaskan (sementara) cita-citanya sebagai artis terkenal, dan menjadi istri kedua (simpanan) dari Koh Abun, majikan Ming di restoran bebek tempat dia bekerja sebelumnya.
Film “Berbagi Suami” menjadi unik karena (tanpa ragu) mampu menampilkan gambaran kehidupan poligami dengan latar belakang kehidupan tokohnya yang berbeda-beda. Hal ini senada dengan realita yang ada bahwa poligami sangat mungkin terjadi pada kalangan atas, menengah ataupun bawah; mereka yang berpendidikan tinggi ataupun rendah; serta tanpa memandang apapun etnis dan suku mereka.
Kritik tajam terhadap poligami tampak jelas terlihat dibeberapa adegan dalam film ini. Kehadirkan sosok tokoh Prof.Ani dalam sebuah acara talkshow, yang selalu menentang keputusan Salma, menunjukkan adanya sikap keras yang menentang poligami. Selain itu, Pak Haji (suami Salma, sebagai pelaku poligami) akhirnya memberikan pengakuan yang berupa nasehat kepada anak laki-lakinya, Nadim agar menikah dan memiliki istri satu saja.
Permasalahan poligami memang sulit dipecahkan, namun film “Berbagi Suami” mampu menghadirkan solusi lain yang menarik; yaitu melalui tampilan dan karakter tokoh utama perempuan-perempuan yang kuat dan berani melepaskan diri dari belenggu poligami, dengan cara dan jalannya masing-masing.
Film “Berbagi Suami” mengangkat permasalahan masyarakat yang rumit dan komplek, namun mampu dikemas apik, dengan joke yang segar dan smart. Sehingga sindiran-sindiran halus tentang pelaku poligami tidak akan merasa tertampar (*tp mungkin hanya sekedar akan memerah wajahnya hehe)
–De–
Entry Filed under: Uncategorized
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed