Si Jago Merah…..tipikal film seorang Hanung
November 16, 2008
rerecheezade
Si Jago Merah…..
Tipikal film seorang Hanung Bramantyo meski bukan lahir dari sentuhan tangannya…. but overall its an entertaining movie abaout friendship and the meaning of love…..
Film ini bercerita tentang persahabatan empat orang anak manusia yang berbeda latar belakang budaya Desta sebagai Gito anak pengusaha bandeng asap dari Sidoarjo, Dede Rifai (Ringgo Agus Rahman) anak pejabat dari sunda, Kuncoro Prasetyo (Ytonk Club 80’s) anak seorang pengusaha jamu dari Semarang & Rojak Panggabean (Judika) aktivis kampus anak pengusaha transportasi dari Medan. Mereka terancam DO jika tak bisa membayar tunggakan uang kuliah 4 semester….mereka dipersatukan dengan masalah yang sama….”miskin for some reason” (sesuatu yang tampaknya terkesan dipaksakan ketika seluruh keluarga bangkrut pada saat yang bersamaan)….kemudian karena terpaksa mereka melamar menjadi petugas pemadam kebakaran dengan semua konsekuensi dan suka dukanya….Dengan pengalaman ini mereka semakin kaya….sayangnya bukan dengan materi namun kaya akan cinta, persahabatan dan kedewasaan.
ada beberapa hal yang saya rasakan agak mengganggu ketika menonton film ini…well selain teriakan 10 orang anak SMP yang tampaknya sangat menikmati film tersebut….yang pertama mimpi Desta atau Gito yang selalu berkaitan dengan api….entah mengapa menurut saya ini sangat mengganggu. Menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memang masih tersugesti dengan hal yang berbau mistis maupun mimpi. Yang kedua…to many coincedence alias kebetualn yang seakan dibuat2…kayana tidak masuk akal saja karena di kota sebesar Jakarta, kita bisa ketemu dengan perempuan yang sama berkali-kali ( lha wong saya saja yang satu kantor sama pria impian, tapi susah banget ketemunya…hehehehhehehe) its just tipikal sinetron!
Gambar serta lokasi dan setting tak banyak mengundang decak kagum, its just plain khas tipikal film Hanung tanpa kejutan disana sini….meski sekali lagi film ini bukan lahir dari tangannya….yang ketiga adegan yang mengganggu saat mereka berempat dibiarkan membawa mobil pemadam kebakaran tanpa pengawasan padahal mereka belum lagi dinyatakan lulus…..apakah separah itu pengawasan lembaga kita? Musik Changcuter yang semangat seakan menghentak film ini meski alurnya tak terlalu cepat, yang saya sayangkan kenapa Changcuter tidak dilibatkan dalam cerita dan hanya digunakan sebagai pemanis…..padahal mereka hebat dalam menampilkan aksi komedi yang jelas diangkat film ini
Bagi film ini peran perempuan adalah pemanis buatan…tengok saja peran ibu kost yang dibawakan oleh Magdalena (siapa dia dan bagaimana sebenarnya dia tak banyak dikupas) atau tokoh poppy sovia, pacar dede yang matre juga tak banyak mendukung isi cerita….Daripada jadi pemanis mending peran tersebut ditiadakan saja toh penokohan Sarah Sechan sudah kuat dan seharusnya lebih banyak lagi dieksplor. Tapi itulah tipikal film Indonesia yang takut atk bisa bicara banyak jika tak ada kisah cinta yang terkuak. Bicara tentang pemeran utamanya….Desta doing his homework rupanya namun jika ingin meningkatkan kemampuannya, desta harus mulai melirik peran-peran serius. Ringgo masih tetap Ringgo yang ada di Jomblo maupun Ringgo yang tampak di film lain, belum keluar dari pakemnya. Judika is special, mungkin karena tak perlu terlalu banyak berusaha toh darah batak sudah mengalir dalam nadinya. Ytonk????terlalu banyak melihat kamera sehingga kesannya dia tak terlalu mendapat roh seorang Kuncoro.
Sangat disayangkan ketika P.M Toh yang terampil bercerita ditaruh dibelakang saat penonton mulai beranjak meninggalkan gedung padahal alangkah kerennya jika Si Jago Merah ini di buak dengan cerita darinya, menurut saya lebih mengundang imajinasi. dan Si Jago Merah ini adalah nama sebuah mobil yang saya pikir menjadi sentral cerita namun ternyata justru disinggung tak kurang dari 1 adegan saja.
Namun meski saya mencatat beberapa kekurangan atau keresahan yang saya rasakan selama menontonnya tapi saya rasa saya harus berikan applaus untuk film ini yang berani mengangkat tema yang berbeda seperti pemadam kebakaran. Selain itu juga saya menyukai gambar longshot suasana malam saat adegan klimaks film ini terjadi, gelap samar yang membuat kita berkhayal.
Apapun itu, film ini cukup menghibur jika anda sudah stress dengan semua kegiatan kantor atau tugas kuliah yang menumpuk..dari skala 10 nilai 7 bisa saya berikan untuk film ini….
Whats your score?
_R_
Entry Filed under: Uncategorized
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
