AKTOR BERBAKAT INDONESIA…SIAPA MEREKA?
Oktober 21, 2008
rerecheezade
Berbicara soal film pasti berkenaan dengan kualitas akting sang aktor maupun aktris yang membuat film itu berbumbu atau bahkan justru semakin garing. Aktor dan aktris inilah sebenarnya kekuatan bertutur sebuah film selain tentunya visualisasi cerita. Namun terkadang faktor yang paling penting ini sengaja dihilangkan hanya demi sebuah tontonan yang menjual. Kebanyakan para aktor dan aktris ini hanya dipilih karena wajah mereka dan bukan kemampuan akting, namun tentu Tuhan tak sejahat itu terkadang dalam sebuah paket wajah cantik rupawan, tertanam juga sebuah talenta yang mampu menggetarkan perfileman Indonesia.
Bagi saya, seorang penikmat film, ada beberapa penampilan aktor yang membekas di hati namun ada juga yang saya idolakan karena wajahnya yang diatas rata-rata. Bagi saya, akting yang bagus adalah ketika mereka mampu melebur menjadi karakter dalam film tersebut, yang pada akhirnya menggugah emosi serta nalar kita. Tengok saja seorang Tom Cruise yang mampu beralih menjadi veteran cacat yang sinis memandang dunia di Born on the Fourth of July atau akting menawan Tom Hanks di Forest Gump atau jenius schizoprenia yang dimainkan Russel Crowe di Beautiful Mind.
Dalam perkembangannya, Saya mencatat beberapa nama yang mungkin bisa menggantikan posisi mahakuat aktor senior Dedy Mizwar atau setidaknya melegenda seperti Roy Marten maupun almarhum Sophan Sophian
kita mulai dengan
Tora Sudiro..Peran yang menantang bisa dimainkannya dengan menawan di Arisan, seorang eksekutif muda yang berusaha menolak jiwanya sendiri, namun setelah pamornya naik….Tora tak lebih hanya tertinggal seperti komedian yang berusaha kembali menata peran serius, namun rupanya Extravaganza telah mengakar kuat dalam nadinya, melunturkan kekaguman saya untuk menjadikannya legenda.
Vino G Bastian….anjrit badannya yang punya lekukan menarik minat kaum hawa manapun yang melihatnya…penampilan terbaiknya pasti di Realita cinta dan Rock n roll, lelaki berandalan yang jatuh cinta pada Nadine namun masih bersahabat dengan Junot….. Kerling mata nakalnya, pembawaannya membuat saya jatuh cinta pada tokohnya….namun ketika Vino bermain di film romantis????????? he lost his charm……bahkan ketika akhirnya dia turun pangkat main di sinetron, i really lost him.
Nicholas Saputra…saya salut akan keputusannya untuk eksklusif……Saya telah mencintainya sejak dia muncul di iklan Belia….mencintainya lebih ketika dia bermain di Ada Apa Dengan Cinta, Dia menjadi patokan cowok yang digilai pada zaman itu, tampan, cuek dan cenderung antagonis.. bermain sebagai Gie…..tampaknya Nico telah melakukan riset mendalam sebelumnya, dia bukan lagi rangga, bukan Nico tapi Gie….3 hari untuk selamanya yang membuat saya yakin Tuhan memberinya paket talenta juga dibalik wajah tampannya. Bagaimana lelaki ini bisa mencintai sepupunya, meraih mimpi dalam sebuah perjalanan yang kelak akan jadi legenda dalam hidupnya. Dia bukan lagi Nico….Dia adalah nyawa dalam perannya.
selanjutnya saya memikirkan Fahri Albar. Lelaki ini selalu dapat peran lelaki lemah, pengguna narkoba, kusut dan nampak kehilangan semangat hidup. I was wondering apakah itu akting atau sebenarnya sosok Fahri yang coba ditangkap kamera…..dia bermain bagus sekali di Kala….kekikukan, keringat dingin yang tampak membasahinya terus-menerus….itu fahri yang sakau atau memang bagian dari pendalaman karakter? pertanyaan yang belum saya temukan jawabnya.
Lelaki yang bisa menghidupkan Sang Dewi padahal bukan dia pemain utamanya, dia hanya muncul 3/4 dari film tersebut namun nyawanya yang membuat film itu bernapas. Donny Alamsyah, tak banyak yang tahu dia siapa, namun saya tahu dan dia aktor favorit saya. Di beberapa FTV, wajahnya yang keras kerap kali mengagetkan ketika dia berani keluar dari jalur, namun Donny belum pernah diberi kesempatan untuk bisa tampil memenuhi layar. Mungkin karena tampangnya yang tidak menjual atau mungkin belum ada produser yang mencium talentanya?
Dimas Seto punya setitik emas di sungai seperti yang kini tengah diributkan orang di Sulawesi Tenggara. Dimas hanya perlu mengeksplor dirinya lebih lagi dan keluar dari stigma sinetron yang telah melekat erat di jiwanya. He only need a guts.
Surya bermain apik di Arisan maupun di Love. Sutradara terkenal yang memiliki pesona terhadap wanita namun menjatuhkan pilihan pada seorang lelaki beralih ke suami yang dikhianati sang istri hingga sakitnya melepaskan pandangan dari sang anak. Surya could move you namun lagi-lagi jarang yang melihatnya muncul di layar.
Ariyo Bayu. 2 kali lelaki ini berperan sebagai gay di Pesan dari Surga serta Kala..Ariyo mungkin sekarang susah melepaskan diri dari peran sejenis, but i feel that he has somethin to give……
and the last on my mind..the greatest actor who deal with film industry since he was in elementary. bermain sebagai musisi gay di Pesan dari Surga, beralih menjadi sopir beristri empat di Berbagi Suami, menemani Nico di Gie, dan entah film apa lagi yang dimainkannya..Lukman tak bergeming dengan banyaknya sinetron atau mungkin wajahnya yang standart dianggap tak mampu mengembalikan modal para produser. Yang jelas Lukman punya talenta.
nama lain mungkin Junot…maybe he has something….
jangan bicara soal Richard Kevin, Arifin Putra, Dude Herlino, Fedi Nuril, Rafi ahmad atau bahkan kembaran Nicholas Saputra – Andika Pratama itu…..Mereka hanya sejumlah nama yang akan membuat perempuan menjerit namun mungkin tidak menikmati film tersebut, at least i did.
Akting bukan hanya merasa, namun akting berarti hidup dengan karakter tersebut. Akting bukan hanya sekadar dialog namun bahasa tubuh yang menyiratkan perasaan. Akting bukan wajah cantik rupawan namun kecantikan sebuah seni yang mampu membuat orang yang menikmatinya tersentuh.
Akting adalah jiwa.
- R -
PUNYA USULAN NAMA LAIN? TULIS AJA DI “COMMENT” THANK YOU
Entry Filed under: Uncategorized
Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
1.
David |
Oktober 22, 2008 pukul 7:12 am
Just writing something on my mind…
Buatku Lukman Sardi tetep yang punya greget, berbagai peran dia lakoni dengan pas dan dia punya ‘soul’ yang keren..
Peran-peran yang bervariasi dan tidak stereotype membuat dia menjadi salah satu aktor hebat menurutku, karena walaupun hanya menjadi pemeran pendukung, namun kehadirannya banyak kali mencuri perhatian..
Aku sedang menantikan penampilan berikutnya yang semoga saja diberi porsi yang jauh lebih banyak dari sebelumnya..
He’s the actor that Indonesia need..
Yang lain seperti Surya Saputra, Fauzi Baadila, Nicholas Saputra, mungkin adalah nama-nama yang bisa jadi jaminan mutu sebuah film.. sisanya? mungkin butuh waktu dan pengalaman.. supaya tidak terjebak dengan stereotype sinetron yang hanya menampilkan tampang-tampang ‘coverboy’ tapi akting nggak banget…
So? Semoga ada yang akan menyusul dengan peran watak yang akan sangat kunantikan…
ciaoo!!
2.
rerecheezade |
Oktober 23, 2008 pukul 10:34 am
Lukman memang sampai sekarang masih menjadi lirikan para sutradara. Tampang tidak terlalu cakep, tapi akting menawan=) Terimakasih Koment anda. Mampir-mapir lagi ya ke blog ini, memberikan suara, demi kemajuan perfilman..
3.
Andi gunadi |
Februari 3, 2009 pukul 12:21 pm
Vino keren
4.
iman |
September 15, 2009 pukul 6:05 am
wah, kok Fauzi Baadhila nggak di bahas nih, padahal dia kan salah satu aktor yang aktingnya keren, khususnya pas di film “Mengejar matahri”. but, setuju deh gue, kemampuan akting emang yang paling penting buat seorang aktor, nggak cukup modal tampang doang.
5.
gyneaeri aisyah hayom wismanti |
Januari 1, 2010 pukul 11:45 pm
sepertinya vino g. bastian gapernah maen sinetron deh. cuma ftv2 doang. dia aktor yang serius dan pintar memilih karakter yang berbeda dalam setiap filmnya. Dia gamau terjebak pada 1 karakter.