Arsip untuk Oktober 2008
GARA-GARA BOLA : Belajar Menikmati Kesalahan

Ada Sisipan Menghapus Sterotype Transexual itu Lemah
Film ini di awal-awal agak boring, dan saya sempat berprasangka jelek sambil menebak-nebak ending cerita. Pemain yang menjadi tonggak utamanya: Junot dan Winky tetap menjaga kualitas akting mereka. Winky terlihat berbeda dari akting-akting seriusnya selama ini. Sementara Junot, penampilannya agak baru di film ini. Kali ini, dia agak ‘nakal’ dan penggoda. Aktingnya yang jujur (entah memerankan diri sendiri atau mendalami karakter), masih bolehlah, masuk ke dalam karakter Heru. Tapi menurut saya,setelah film ini Junot juga mencoba peran-peran lain yang berbeda.
Gambar-gambar sinematografi berusaha natural dan tidak berlebihan. Tidak terlalu memaksa dengan gambar-gambar goyang dombret untuk mengesankan keluar dari mainstream movie. Paling tidak, karya debutan sutradara baru ini, gambar-gambarnya tidak membuat saya terganggu dan bisa saya nikmati, meski beberapa agak gelap dan satu dua shot-shot zoom in terasa mengagetkan.
Ada satu yang saya tangkap dari film ini, yang berbeda dari film lain. Peran kaum transexual, yang biasanya ditampilkan hanya sebagai ‘pelengkap’ untuk menambah tawa , atau bhkan bahan hinaan, tidak nampak. Kebalikannya malahan. Para kaum transexual diperlihatkan bahwa mereka juga punya kekuatan untuk menggertak para lelaki maupun perempuan. Penampilan tokoh ibu Kos (diperankan Amink), terasa begitu punya kekuatan di hadapan anak kosnya yang walaupun cakep tapi tetap saja, dia menagih haknya (meminta uang kosnya dibayar) dan tidak tergoda oleh tampan. Begitu pula kekuatannya menghadapi para penagih hutang, terasa sekali dia bisa mengusai mereka. Meski beberapa transexual lain juga tampil, tapi tetap tak ada perolokan buat mereka.
Selebihnya secara jalan cerita, meski tidak terlalu membuat saya terpingkal, tapi paling tidak saya masih nyaman menontonnya. Sebuah film remaja yang menghadirkan tema yang berbeda. Kritik saya adalah satu adegan kolokan sepasang anak muda yang ‘belajar menjadi sepasang suami istri’ itu menganggu saya. Kalaupun memang harus ada untuk menguatkan karakter atau cerita, sebaiknya shot-shotnya diolah
lagi agar lebih baik.
Ternyata ending cerita tidak terduga. Penyelesaian masalah yang sebenarnya cukup pelik -terbukti konfilk utama yang berliku selama tengah cerita, ditambah konflik pendukung lain yang tak kalah rumit. Namun bisa diselesaikan hanya dengan satu adegan. Sebenarnya saya agak kecewa, karena tidak sesuai sama ekspektasi. Namun saya berusaha menghargai pilihan penulis skenario dan sutradara. Secara keseluruhan, film ini bisa menjadi film remaja pilihan dibanding film-film remaja lain yang tidak jelas. Pelajaran saya dari GARA–GARA BOLA ini, waktu kita terjebak dalam satu kesalahan, kita harus bisa menikmatinya dulu sebagai konsekuensi. Lalu pikirkan solusi dan jangan kaget jika solusi itu tidak sesuai ekspektasi. Pesan saya jika menonton film ini nanti, jangan terlalu banyak men-judge banyak hal di awal cerita. Nikmati saja, dan bagian akhir, kita akan belajar menerimanya.
Add a comment Oktober 28, 2008
PEREMPUAN YANG PUNYA SEGUDANG CERITA….

Mataku terpaku pada deretan vcd di hadapanku, yang sengaja ku cari untuk peneman rasa sepi hari-hariku di Makassar…..Vcd ini terletak di rak paling bawah, desain covernya yang biasa membuat tak ada mata yang tertarik membelinya….Namun aku tertarik pada tulisan “Perempuan punya cerita” kisah apa yang mereka punya, aku juga perempuan dan hidupku juga bercerita…pasti ada yang lebih dari hanya sekadar cerita dan aku memutuskan membelinya.
Seorang teman kantor yang berbeda kelamin denganku mencibir, mempertanyakan guna aku membeli vcd itu….aku katakan ini film bagus…disahutnya “emang perempuan punya cerita apa?” aku termenung…….
film ini dibuka dengan CERITA PULAU
Cerita seorang bidan di daerah pesisir yang lebih punya nurani daripada dokter di rumah sakit yang terkadang rela menelantarkan pasiennya. Namanya Sumantri….yang dimainkan indah oleh Rieke, namun entah kenapa saya kurang tersentuh oleh akting rieke kali ini. Yang menarik justru adalah karakter perempuan cacat mental rachel maryam….Namun cerita perempuan disini agak tertutup dengan penggambaran dua lelaki yang ada. Penggambaran lelaki yang merangkai cerita sang perempuan…Yang satu, Bajingan busuk yang justru bangga bisa memperkosa Bulan (karakter yang dimainkan Rachel) namun ditengah keperkasaanya menggagahi ternyata dia tetap lelaki pengecut yang tak berani bertanggung jawab..sungguh potret lelaki jaman sekarang. lelaki yang satu adalah suami sang bidan yang tak rela kehilangan istrinya hingga menjual semua harta miliknya untuk kesembuhan sang istri. Lelaki yang masih ada namun segera akan punah tergerus jaman.
Cerita kedua yang juga ditulis oleh Vivian Idris
Cerita Jogja
Sebuah komedi cinta satir yang dibalut dengan rasa ingin tahu, yang akhirnya membawa sekelompok remaja di kota jogja menemukan arti cinta, pengkhianatan dan persahabatan. Namun rupanya semua perjalanan hidup belum membuat mereka jera terhadap SEKS. Kirana Larasati yang selalu bermain sebgai perempuan cengeng di sinteron tampil gagah membela temannya yang hamil diluar nikah, namun akhirnya ketegasan sikapnya kalah oleh romantise mahasiswa jakarta yang ternyata seorang jurnalis yang ingin membongkar perilaku seks mereka….keperawanan kini hanyalah sekadar sesajen untuk meraih cinta sesaat. Kisah ini seharusnya membuak mata orang tua tentang pergaulan anak mereka, tak semua yang berlindung di balik pintu itu baik, dan tak semua kucing tak punya naluri membunuh. Yang disayangkan, saat adegan romantis Fauzi Baadila dan Kirana berkeliling jogja kenapa yang diputar lagu Jepang, kenapa bukan gending jogja? Satu lagi ketidaksukaan saya terhadap Lembaga Sensor Film ketika adegan cinta Kirana melepas keperawanannya hanya digantikan lampu mati padahal menurut saya itulah adegan yang paling penting. Bagaimana seoarng perempuan justru rela memberikan miliknya yang paling berharga….Namun inilah cerita yang paling mengulik rasa ingin tahu saya….Apakah tokoh yang diperankan Kirana hamil?
Cerita Ketiga….kini mulai ditulis oleh Melissa Karim
Cerita Cibinong
Cerita ini didominasi oleh bahasa sunda yang dimainkan apik oleh Santi maupun Sarah Sechan. Cerita seorang perempuan yang terpaksa mencari nafkah sebagai penjaga Wc sebuah klab dangdut demi menafkahi pria pengangguran yang dipilihnya sebagai kekasih serta anaknya yang masih duduk di bangku SMP. Namun justru pria macam inilah yang menjadi benalu dalam kehidupan ibu dan anak ini. Predator yang justru akan makin dilindungi ketika RUU pornografi nanti jadi disyahkan, karena mereka akan bersembunyi dibalik moleknya tubuh gadis belia yang meningkatkan birahi mereka. Cerita ini luar biasa karena mampu memotret kehidupan warga pelosok yang selalu silau akan hingar bingar jakarta. Namun Santi justru tampil sebagai perempuan un eduacated yang ingin anaknya selalu maju..sekolah hingga lulus baru bekerja. Namun sekali lagi cerita ini menggugah kewaspadaan kita agar selalu berhati -hati akan predator anak yang selalu menyamar menjadi teman, itulah pentingnya pendidikan bagi para orangtua di pelosok-pelosok. Si kecil yang sering saya liat di sinetron juga tampil apik, sebagai gadis belia lugu yang masih belum tau kejamnya dunia. Namun yang sedikit menganggu ketika adegan Sarah sechan menyanyi terlihat sekali dia lipsync.
Cerita keempat…..Cerita favorit saya
Cerita Jakarta
wingky hanya bermain sekitar 30 detik tanpa dialog hanya memejamkan mata. dan kemudian cerita beralih ke seorang perempuan tionghoa yang berpembawaan halus diperankan apik oleh Susan Bachtiar. Shes amazing, meskipun ini penampilan pertamanya (saya rasa….) di layar kaca namun peran seorang ibu telah melekat di dirinya meski dia sendiri belum punya momongan. Susan memerankan sebuah stigma bahwa perempuan adalah gen pembawa….pembawa penyakit….pembawa nasib buruk…..pembawa sial…..bahkan di China ratusan bayi perempuan dibuang karena terlahir dengan jenis kelamin yang salah….sungguh absurd….
Susan merupakan HIV positiv yang ditularkannya dari sang suami yang rupanya anak seorang priyayi namun berpikiran picik. Dia punya anak perempuan bernama Bebe yang dilimpahi kasih sayang maupun materi namun Bebe terancam direbut oleh sang mertua. Susan harus bertarung dengan dilema merawat anak tanpa pekerjaan ketika penyakit semakin menahun atau mengorbankan diri demi sang buah Hati. Susan akhirnya memilih yang terbaik yang bisa dilakukannya. Kekuatan cerita ini adalah sang ibu…dia cuma perempuan lemah namun justru kerentaannyalah yang membuat saya mampu menitikkan air mata untuk pertama kalinya di film ini….perempuan itu mengingatkannya pada mama saya. Perempuan luar biasa yang tak pernah membiarkan anaknya merasakan kesedihan atau kesukaran.
Anda perempuan? anda lelaki? belajarlah dari film ini
Anda seorang ayah? anda seorang ibu? simak baik-baik pergaulan anakmu
Anda penikmat film? resapi visual serta cerita film ini yang saya percaya akan memperkaya batinmu….
(Perempuan tak selalu punya cerita namun saya memilih untuk menggores pena dan menulis cerita saya sendiri)
_R_
Add a comment Oktober 26, 2008
Film adalah salah satu inspirasi dalam hidup (1)
Perkembangan film Indonesia lagi pesat bangEt, kEhadirannya sEkarang mendominasi di beberapa gEdung bioskop. Bahkan, sEmpat terdEngar kabar kalau banyak film IndonEsia yang antri untuk bisa tayang Lebih dulu di bioskop-bioskop tErtentu. Yah … ini hal yang bagus mEmang, sEtelah sEmpat tidur bEberapa saat akhirnya film Indonesia punya tEmpat lagi di hati pEnonton IndonEsia.
Nah, sEkarang yang jadi masalah adalah … gimana dEngan content dari pEsan moral yang ada dalam film itu?
Buat aku pribadi, mEnonton sEbuah film bukanlah hanya sEkedar sEbagai hiburan, tapi juga pEmbelajaran tErhadap suatu hal yang bisa mEmpengaruhi pola pikir kita. Secara tEori, film adalah alat komunikasi massa, yang dapat mempengaruhi orang lain melalui cErita yang ditampilkan (bahkan film juga tErbukti mampu mEnjadi alat propaganda). IdEologi tErtentu dari suatu film munCul dari idEologi pembuat film itu sEndiri (movie makEr’) karEnanya mELalui film sang sutradara bErusaha manampilkan apa idE, gagasan, pandangan, dan pola pikirnya kepada masyarakat (pEnontonnya).
Jadi sangatlah penting, buat kita para penonton, untuk Lebih sELektif lagi mEnerima & mEmahami isi cErita yang dihadirkan dalam film yang ditonton.
BebErapa film yang aku anggap mEmiliki cErita yang LUAR BIASA dan mampu MENGINSPIRASI KU untuk melihat sebuah fEnomena yang ditampilkan sEbagai pEmbelajaran dalam hidup mEnuju yang lebih baik.
Pertama, ARISAN … Sebuah film yang mEnceritakan tEntang kEhidupan tiga sahabat lama, MeimEi, Sakti dan AndiEn, di kota mEtropolitan. MeimEi, adalah wanita karir yang mEmiliki masalah dEngan suaminya karEna bElum mEmiliki anak. Sakti, anak sEorang Batak tErpandang yang mEmiliki pErmasalahan dEngan oriEntasi sEksualnya, mEski awalnya tak mau mEngakui, tapi perlahan-lahan dia mulai nyaman dEngan kEadaanya yang sEbagai seorang gay. Sedangkan AndiEn, sEorang socialite yang merasa bahagia dengan sEgala kEmewahan hidupnya, namun tak bisa mEnerima kEnyataan kEtika suaminya mEngakui pErnah sElingkuh dan akhirnya dia mEmbalas sakit hatinya dEngan mElakukan hal yg sErupa.
MeimEi dan Sakti dipaksa AndiEn untuk ikut dalam acara arisan yang juga di ikuti oleh orang-orang yang sElalu mEngakui dirinya sEbagai kalangan kELas atas yang elite. Ketiganya mErasa tidak nyaman bErada dilingkungan itu, karEna tidak bisa mEnunjukkan sisi kehidupan mEreka yang sEbenarnya, mEnjaga image (yang bErlebihan) dan harus bErpura-pura mEmiliki hidup yang bahagia agar tidak mEnjadi bahan omongan dari tEman-temannya yang lain.
Buat aku, film ini bErusaha mEnunjukkan kEtegaran hati kEtiga tokoh utama untuk bisa mEnerima kEnyataan dalam hidup mEreka masing-masing, tanpa harus mEnipu dirinya sEndiri maupun orang lain. Setiap orang pasti mEmiliki pErmasalahan dalam hidupnya, bErat – ringannya masalah kita tErgantung bagaimana kita bisa mEnyikapi dEngan bErani, tanpa harus bErsembunyi. KarEna sEgala pErmasalahan dan pEngambilan kEputusan dalam hidup kita ditEntukan oLEh kita sEndiri (mEskipun apa yang dikatakan orang-orang yang bErada disEkitar kita juga patut untuk dipErtimbangkan). Intinya siEy bE ur sElf & enJoy ur liFe hEHe OiyaCh… kemasan film Arisan juga bagus bangEt, tErutama dari sEgi art yang KEREN.
to be continue … ;p
- De’ -
Add a comment Oktober 23, 2008
Laskar Pelangi: “SEMANGAT LUAR BIASA yang ditularkan kepadaku…”
Film ini aku tonton di hari pertama premiere-nya. Satu hal yang paling aku ingat adalah sebuah kalimat dari tokoh Pak Harfan, aku tidak ingat detail susunan kalimatnya, tapi paling tidak isinya “Memberilah sebanyak-banyaknya….” dan Pak Harfan tidak hanya berkata saja, tentu diimbangi dengan perbuatan. Bagiku, apa yang dia lakukan itu luar biasa. Mengelola sekolah dengan murid hanya 10 orang, tapi dia tetap berjuang bagaimana caranya anak-anak itu bisa sampai selesai sekolah…. ditambah tokoh Ibu Muslimah, seorang guru yang bisa menginspirasi banyak orang… Semangat-nya luar biasa, sampai masuk ke dalam lubuk hatiku. Ada ya, orang seperti dia… Tidak digaji 2 bulan, tetap mengajar, sementara tentu kebutuhan hidup tidak sedikit. Lalu anak-anak Laskar pelangi… Mereka bukan anak-anak mampu, tapi punya semangat luar biasa… Penulis novelnya Andrea Hirata telah mengangkat dengan apik kegelisahan yang ada dalam dirinya. Fenomena yang bisa mencelikkan banyak pihak, tentang bagaiamana pendidikan di Indonesia yang seharusnya menjadi satu perhatian penting. Tidak melulu sibuk dengan pencalonan diri menjadi kepala daerah, anggota legislatif dan presiden.
Para sineas di sini juga telah bekerja keras dan dengan kegigihan menghasilkan karya yang menurutku, bagus dan sangat menginspirasi. Ini adalah sebuah warna yang apik, sebuah kolaborasi yang menyentuh dan sebuah hasil yang membanggakan anak-anak negeri.
FIlm-film seperti ini harusnya yang merajai negeri kita, menyingkirkan setan-setan dan film-film seks tidak bermutu. Indonesia butuh pemikiran-pemikiran yang cemerlang seperti ide Laskar Pelangi ini.
Luar Biasa!
-Ez-
Add a comment Oktober 22, 2008
AKTOR BERBAKAT INDONESIA…SIAPA MEREKA?
Berbicara soal film pasti berkenaan dengan kualitas akting sang aktor maupun aktris yang membuat film itu berbumbu atau bahkan justru semakin garing. Aktor dan aktris inilah sebenarnya kekuatan bertutur sebuah film selain tentunya visualisasi cerita. Namun terkadang faktor yang paling penting ini sengaja dihilangkan hanya demi sebuah tontonan yang menjual. Kebanyakan para aktor dan aktris ini hanya dipilih karena wajah mereka dan bukan kemampuan akting, namun tentu Tuhan tak sejahat itu terkadang dalam sebuah paket wajah cantik rupawan, tertanam juga sebuah talenta yang mampu menggetarkan perfileman Indonesia.
Bagi saya, seorang penikmat film, ada beberapa penampilan aktor yang membekas di hati namun ada juga yang saya idolakan karena wajahnya yang diatas rata-rata. Bagi saya, akting yang bagus adalah ketika mereka mampu melebur menjadi karakter dalam film tersebut, yang pada akhirnya menggugah emosi serta nalar kita. Tengok saja seorang Tom Cruise yang mampu beralih menjadi veteran cacat yang sinis memandang dunia di Born on the Fourth of July atau akting menawan Tom Hanks di Forest Gump atau jenius schizoprenia yang dimainkan Russel Crowe di Beautiful Mind.
Dalam perkembangannya, Saya mencatat beberapa nama yang mungkin bisa menggantikan posisi mahakuat aktor senior Dedy Mizwar atau setidaknya melegenda seperti Roy Marten maupun almarhum Sophan Sophian
kita mulai dengan
Tora Sudiro..Peran yang menantang bisa dimainkannya dengan menawan di Arisan, seorang eksekutif muda yang berusaha menolak jiwanya sendiri, namun setelah pamornya naik….Tora tak lebih hanya tertinggal seperti komedian yang berusaha kembali menata peran serius, namun rupanya Extravaganza telah mengakar kuat dalam nadinya, melunturkan kekaguman saya untuk menjadikannya legenda.
Vino G Bastian….anjrit badannya yang punya lekukan menarik minat kaum hawa manapun yang melihatnya…penampilan terbaiknya pasti di Realita cinta dan Rock n roll, lelaki berandalan yang jatuh cinta pada Nadine namun masih bersahabat dengan Junot….. Kerling mata nakalnya, pembawaannya membuat saya jatuh cinta pada tokohnya….namun ketika Vino bermain di film romantis????????? he lost his charm……bahkan ketika akhirnya dia turun pangkat main di sinetron, i really lost him.
Nicholas Saputra…saya salut akan keputusannya untuk eksklusif……Saya telah mencintainya sejak dia muncul di iklan Belia….mencintainya lebih ketika dia bermain di Ada Apa Dengan Cinta, Dia menjadi patokan cowok yang digilai pada zaman itu, tampan, cuek dan cenderung antagonis.. bermain sebagai Gie…..tampaknya Nico telah melakukan riset mendalam sebelumnya, dia bukan lagi rangga, bukan Nico tapi Gie….3 hari untuk selamanya yang membuat saya yakin Tuhan memberinya paket talenta juga dibalik wajah tampannya. Bagaimana lelaki ini bisa mencintai sepupunya, meraih mimpi dalam sebuah perjalanan yang kelak akan jadi legenda dalam hidupnya. Dia bukan lagi Nico….Dia adalah nyawa dalam perannya.
selanjutnya saya memikirkan Fahri Albar. Lelaki ini selalu dapat peran lelaki lemah, pengguna narkoba, kusut dan nampak kehilangan semangat hidup. I was wondering apakah itu akting atau sebenarnya sosok Fahri yang coba ditangkap kamera…..dia bermain bagus sekali di Kala….kekikukan, keringat dingin yang tampak membasahinya terus-menerus….itu fahri yang sakau atau memang bagian dari pendalaman karakter? pertanyaan yang belum saya temukan jawabnya.
Lelaki yang bisa menghidupkan Sang Dewi padahal bukan dia pemain utamanya, dia hanya muncul 3/4 dari film tersebut namun nyawanya yang membuat film itu bernapas. Donny Alamsyah, tak banyak yang tahu dia siapa, namun saya tahu dan dia aktor favorit saya. Di beberapa FTV, wajahnya yang keras kerap kali mengagetkan ketika dia berani keluar dari jalur, namun Donny belum pernah diberi kesempatan untuk bisa tampil memenuhi layar. Mungkin karena tampangnya yang tidak menjual atau mungkin belum ada produser yang mencium talentanya?
Dimas Seto punya setitik emas di sungai seperti yang kini tengah diributkan orang di Sulawesi Tenggara. Dimas hanya perlu mengeksplor dirinya lebih lagi dan keluar dari stigma sinetron yang telah melekat erat di jiwanya. He only need a guts.
Surya bermain apik di Arisan maupun di Love. Sutradara terkenal yang memiliki pesona terhadap wanita namun menjatuhkan pilihan pada seorang lelaki beralih ke suami yang dikhianati sang istri hingga sakitnya melepaskan pandangan dari sang anak. Surya could move you namun lagi-lagi jarang yang melihatnya muncul di layar.
Ariyo Bayu. 2 kali lelaki ini berperan sebagai gay di Pesan dari Surga serta Kala..Ariyo mungkin sekarang susah melepaskan diri dari peran sejenis, but i feel that he has somethin to give……
and the last on my mind..the greatest actor who deal with film industry since he was in elementary. bermain sebagai musisi gay di Pesan dari Surga, beralih menjadi sopir beristri empat di Berbagi Suami, menemani Nico di Gie, dan entah film apa lagi yang dimainkannya..Lukman tak bergeming dengan banyaknya sinetron atau mungkin wajahnya yang standart dianggap tak mampu mengembalikan modal para produser. Yang jelas Lukman punya talenta.
nama lain mungkin Junot…maybe he has something….
jangan bicara soal Richard Kevin, Arifin Putra, Dude Herlino, Fedi Nuril, Rafi ahmad atau bahkan kembaran Nicholas Saputra – Andika Pratama itu…..Mereka hanya sejumlah nama yang akan membuat perempuan menjerit namun mungkin tidak menikmati film tersebut, at least i did.
Akting bukan hanya merasa, namun akting berarti hidup dengan karakter tersebut. Akting bukan hanya sekadar dialog namun bahasa tubuh yang menyiratkan perasaan. Akting bukan wajah cantik rupawan namun kecantikan sebuah seni yang mampu membuat orang yang menikmatinya tersentuh.
Akting adalah jiwa.
- R -
PUNYA USULAN NAMA LAIN? TULIS AJA DI “COMMENT” THANK YOU
5 komentar Oktober 21, 2008




